Happy New Year 2012 to all..wish you all the best for the year 2012..It’s been a long time I didn’t post any new blog..I was very hectic these days and hope will get back to you soon…May God bless you all and good luck with your activities…A.F
3 Nov
Terobosan Pajak Hijau (Green Tax) di China
Lagi lagi China melakukan terobosan berani dalam mengembangkan ekonomi hijau di negara naga tersebut. Selama ini China memang sering disebut poluter terbesar di dunia karena ekonominya yang masif. Namun di sisi lain, China juga mengembangkan “industri hijau” terbesar di dunia dengan industri lampu ramah lingkungan dan solar panel (energi surya). Baru-baru ini, sebagaimana diktuip oleh The Economist, Nov 2011. China kembali meletakan PELITA (Pembanguan Lima Tahun) terbarunya dengan menekanakan pada ekonomi hijau melalui efisiensi energi dan “clean China”. Salah satu yang kini dikembangkan adalah green tax (pajak hijau). Mengapa mereka melakukan ini. Alasannya sederhana. China mengingkina energy security dan energy sufficiency. Sehingga dengan tidak menginginkan ketergatuangan pada fihak luar CHina mulai mengembangkan ekonomi hijau dengan dengan green tax industri mereka akan lebih kompetitif untuk mengembangkan energi alternatif dan menjadi unggulan dibangding negara lain. China juga akan mengembangkan energi-consumption quota baik untuk daerah dan sektor yang akan tergantung pada mekanisme cap-and-trade. Langkah China ini juga merupakan strategi yang jitu dan credible sehingga dukungan dari luar dan investasi akan terus mengalir ke China…Hmmmm sangat cerdik bukan..? kenapa Indonesia selalu ketinggalan ?
23 Oct
Ekonomi Hijau dan terobosan bisnis
Ekonomi hijau kini telah menjadi jargon baru bagi pembangunan di hampir semua negara tidak terkecuali di Indonesia. Ironisnya pelopor ekonomi hijau ini justru banyak dilakukan oleh pihak swasta ketimbang pemerintah. Hasil studi dari World Economic Forum dan Boston Consulting Group (BCG) tahun 2011 menunjukkan bahwa 16 perusahana di negara-negara emerging market telah mengubah ekonomi hijau menjadi sumber daya saing mereka daripada kendala. Perusahan semen Shree di India misalnya mengembangkan metode pemanfaatan air yang paling efisien di dunia saat ini dengan memanfaatkan pendingin udara ketimbang pendingin air. Demikian juga perusahaan perikanan budidaya Zhanzidao di Cina terkenal dengan mendaur ulang pakan yang tidak dimakan menjadi pupuk. Demikian juga perusahan produsen mnakanan Sekem di Mesir mampu mengubah gurun menjadi ladang kebun organik. Perusahan-perusahaan ini dikenal dalam mengukur keberhasilnya melalui keragaan kehijauan atau greenery. Bahkan Perusahaan pertanian di Florida menghubungkan pembayaran para pimpinananya dengan ekonomi hijau. 60% gaji para boss ini dihubungkan dengan “people, planet dan profit” indikator. Inovasi ekonomi hijau juga dicontohkan oleh perusahaan Natura, sebuah perusahaan kosmetik di Brasil dimana pekerja yang memiliki ide mengenai ekonomi hijau akan diberi bonus. Inovasi hijau juga ditunjukan oleh perbankan di Kenya dengan membentuk kemitraan dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk mengurangi risiko ketika memberikan pinajam kepada petani skala kecil. Pesan yang jelas dari inisiatif ini adalah ekonomi hijau bukan ancaman justru menjadi peluang yang sangat menjanjikan. Ini semua harus didukung dengan kebijakan yang konsisten di kondusif dari pemerintah. Indonesia harus mulai secara serius memikirkan hal ini karena meski jargon ekonomi hijau sudah didengunkan dimana-mana, kebijakan fiskal ke arah tersebut belum sepenuhnya dirasakan.
22 Oct
Cabe, kesehatan dan “pemedesan global”
Mungkin anda termasuk orang yang tidak suka makan cabe? fikirkan kembali!!. Dalam suatu artikel yang ditulis dalam Majalah The Economist, cabe kini telah menjadi industri global sehingga disebut “pemedesan global”. Tabasco yang diproduksi di Amerika Serikat kini menambah produknya dengan extra pedas. Permintaan terhadap cabe di Inggris juga meningkat 18% berdasarkan study AC Nielson. Australia kini memproduksi cabe terpedas di planet bumi dengan tingkat kepedesan 1,5 juta skala Scoville (skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kepedesan cabe). Mengapa cabe kemudian dikonsumsi secara global?. Cabe mengandung capcaicin yang merupakan zat yang unik yang bisa mempengaruhi aliran darah. Capcaicin dalam cabe memicu endorphin (hampir mirip fungsinya dengan morphin) yang berfungsi menghentikan rasa sakit. Dari studi yang dilakukan di CSIRO Research Center tentang cabe, menunjukan bahwa capcaicin dalam cabe memicu syaraf trigeminal yang kemudian meningkatkan daya penerimaan terhadap cita rasa dari makanan lain. Capcaicin juga diketahui menghasilkan efek medis dengan cara menon-aktifkan bagian dari syaraf lain yang disebut transient receptor potential vanilloid 1 yang mampu menghentikan rasa sakit dari rematik, dan multiple scelerosis.Studi terkahir yang dilakukan oleh Pakaski et al (2009) yang dipublikasikan di Jurnal Neurochemical International, menunjukkan bahwa kandungan capcaicin dari cabe diketahui sebagai obat anti sakit (pain killer), anti pembengkakan dan anti oksidant, serta mampu mencegah dan menyembuhkan penyakit linglung (Alzemir). Jadi tunggu apa lagi? ayo makan cabe…! selain baik untuk kesehatan, juga membantu memsejahterkan petani cabe kita supaya jangan diekspor terus dan jangan sampai petani kita kalah oleh petani dari Vietam. Bayangkan kalau separuh penduduk Indonesia saja mengkonsumsi cabe, pasti sejahtera petani kita. Maka anda makan cabe, selain rasa sakit hilang, memori otak tajam terus, anda juga awet muda karena anti-oksidan yang tinggi. Hidup Cabe, hidup petani cabe.
21 Oct
Indonesia dan kemakmuran global
Laporan yang dirilis oleh Global Wealth Report menunjukkan bahwa total kemakmuran Indonesia meningkat dari US$ 420 milliar menjadi US$1.8 trilyun dari januari 2010 sampai juni 2011. Laporan ini juga menyebutkan bahwa Indonesia termasuk top 20 penyumbang kemakmuran global. Saat ini total kemakmuran dunia meningkat dari US$ 203 trillion menjadi US$ 231 trilyun. Meski berita ini menggemberikan bagi para politis pemegang kekuasaan, mungkin dari sisi mikro angka-angka tersebut “meaningless”. Bagi ekonom yang menarik sebenarnya bukan pada angka obsolut (nominal) total kemakmuran namun lebih kepada “marginal propensity” nya sejauh mana peningkatan US$ 1 kemakmuran tersebut meningkatkan kemakmuran masyarakat secara umum. Kenyataannya tingkit kemiskinan kita masih tinggi, masyarakat hidup masih susah, tingkat kriminilitas yang dipicu oleh kesulitas ekonomi makin tinggi, jadi meski “total” kemakmuran meningkat, angka tersebut tidak tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Mengapa? laporan Global Wealth Report juga menyebutkan bahwa “jutawan” atau lebih tepatnya “milyarwan” atau mungkin “trilyuwan” Indonesia diprediksi akan meningkatkan dari 112000 orang pada tahun 2011 menjadi 242000 orang pada tahun 2016. Jadi kemakmuran itu memang menumpuk di “trilyuwan” tersebut….Semoga anda akan menjadi salah satu diantara 242000 tersebut pada tahun 2016 dan semoga juga bisa membawa kemakmuran yang sebenarnya… (Denpasar, 21 Oktober, 2011)
20 Oct
Mendulang emas dari toilet: Auerbach factor
David Auerbach barangkali akan menjadi milyuner jika saja ia berada di Indonesia. Dengan gelar MBA dari sekolah manajemen top di AS (MIT Sloan School of Managemen),mestinya ia bisa dengan mudah menjadi jutawan. Namun ia memilih toilet sebagai bisnisnya. “Jangan anggap remeh soal toilet” uangkapnya. Setamat dari MIT Auerbach justru tinggal di sebuah desa di Nairobi Kenya dengan merancang toilet khusus yang berharga murah yang diperuntukan bagi masyarakat desa di Nairobi. Toilet buatannya kemudian dijual dengan sistim Franchise. Namun yang lebih mengesankan adalah kotoran yang dikumpukan dari toilet buatannya diubah kemudian menjadi pupuk bagi industri bunga di Kenya yang bernilai jutaan dolar. “Inovasi kami adalah menciptakan sistim untuk mengumpulkan limbah dengan cara yang paling cost effective” demikian Auerbac mengtakan. Lebih lanjut ia mengatakan ” We’re turning s….into gold” (kami mengubah kotoran manusia menjadi emas…) (s….adalah kotoran manusia, a.f). Sebuha inovasi sederhana yang mestinya bisa ditiru oleh para wirasusahawan Indonesia yang dhasilan dari banyaknya lulusan program manajemen di Indonesia. Bayangkan berapa juta ton kotoran yang bisa dikumpulkan dan berapa milyar yang bisa dihasilkan…dan yang lebih penting Auerbach menciptakan sustainable and scalable sanitation system”
17 Nov
Ikan Indonesia habis 2014?
Dua hari lalu saya membaca tulisan di Kompas tanggal 15 November yang bertajuk “2014, Krisis Ikan Mengancam”. Menurut Suhana Kepala Pusat Kajian Pembanguan Kelautan dan Peradaban maritim..katanya tahun 2014 Indonesia akan defisit ikan 11,15 juta ton… Well..I wonder how this guy came with such a number? Indonesia (KKP) sampai saat ini belum memiliki neraca sumber daya ikan nya jadi bagaimana kita tahu akan defisit dengan pasti sebesar 11,5 juta ton? Angka ini saya yakin hasil perhitungan linear antara konsumsi per kapita dengan tren produksi. Tidak salah, namun cara ini sangat deceiving (mengelabui) karena ikan selain merupakan renewable resource perhitungan neracanya tidak sekedar didasarkan pada kebutuhan konsumsi per kapita…Hampir semua ekonom tahu bahwa perhitungan konsumsi per kapita tidak bisa dijadikan patokan karena menghitung secara kasar produksi ikan di bagi per penduduk. Sebagai “fish monggering” boleh boleh saja untuk konsumsi media..namun sebagai kajian ilmiah…? we think twice dan mencermati angka ini secara wise. 
31 Oct
Review Koran jakarta mengenai Buku Ekonomi Perikanan
Berikut ini berita di Koran Jakarta mengenai Buku Ekonomi Perikanan. Klik di Link berikut:
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=66193
28 Oct
Cover Ekonomi Perikanan
24 Oct
New Release: Buku Ekonomi Perikanan
Hi Folks…Iam happy to inform you..buku saya yang keempat berudul “Ekonomi Perikanan: Teori, Kebijakan dan Pengelolaan” telah selesai dan telah dirilis oleh Gramedia Pustaka Utama. Ini adalah cuplikan back cover dalam buku tersebut.
“Ekonomi Perikanan merupakan bidang kajianyang cukup unik karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan kegiatan pertanian lainnya. Sifat dari sumber daya yang fugitive ditambah dengan kompleksitas pengelolaannya menuntuk kajian tersendiri di bidang ini. Buku ini menyajikan secara komprehensif mengenai Teori Ekonomi Perikanan dengan diperkaya beberapa aspek historis dan filosifis sehingga dapat dibaca oleh kalangan luas tidak hanya akademisi. Buku ekonomi perikanan ini dilengkapai pula dengan kajian kebijakan dan pengelolaan perikanan baik dalam persepektif teoritis maupun empiris. Diperkaya dengan contoh-contoh yang mudah diikuti serta bahan-bahan diskusi dan latihan untuk menstimulasi pemikiran mengenai ekonomi perikanan. Buku ini merupakan yang pertama di Indonesia yang secara utuh menyajikan teori ekonomi perikanan dari yang dasar sampai ke model bioekonomi dinamik.” Selamat membaca..Hope you like it..


Recent Comments