Not so much to say about anything this week, but I add some new links on this blog so you can surf more on the issue of resource and environmental economics, including water economics and economic valuation. I’ll be back shortly.
Add new links
Posted in 1
Daging dan Global Warming
Mungkin kedengarannya aneh jika ada hubungan yang erat antara konsumsi daging dengan pemanasan global. Conventional wisdom selama ini memandang bahwa global warming lebih disebabkan oleh emisi karbon dari kendaran, industri, pembangakat listrik batu bara dan sebagainya. Namun laporan dari FAO yang dirilis oleh Scientific American ternyata cukup mengejutkan. Konsumsi daging ternyata juga menyumbang CO2, gas methane NOx dan sejenisnya. FAO melaporkan tingkat produksi daging sapi saat ini berkontribusi antara 14 sampai 22 persen terhadap 36 milliar ton “CO2 equivalent” saat ini. Dengan kata lain jika anda mengkonsumsi satu humberger, sama halnya dengan melepas GRK (gas rumah kaca) ke atmosfir setara dengan mengendari mobil seberat 3000 pound sejauh 10 mil. Studi oleh Susan Subak, seorang ahli ekonomi sumber daya dari East Anglia, Inggris menemukan bahwa sapi melepas sekitar 2.5 sampai 4.7 ons gas methan untuk setiap pound daging yang dihasilkan. Dengan melakukan ekstrapolasi Susan Subak menemukan bahwa memproduksi 1 pound daging sapi melepas ekivalen 14.8 pound CO2. Jika dibandingkan lagi dengan produksi pangan lainnya, produksi daging sapi berkontribusi terhadap GRK 13 kali lebih banyak daripada gas yang dihasilkan dari memproduksi daging ayam. SO apa yang mesti dilakukan? Mengurangi konsumsi daging? hmmm bagus juga..selain baik untuk kesehatan, juga mengurangi kontribusi GRK..namun yang lebih penting lagi adalah memperbaikin sistim pengelolaan limbah dari peternakan sapi serta sistim transportasi yang baik akan lebih banyak berkontribusi mengurangi emisi GRK tersebut.
Posted in 1
Obamology
Ada hal yang menarik menjelang pelantikan presiden AS ke 44 Barack Obama. Inilah pertama kalinya dalam sejarah kepresidenan amerika, gedung putih dipenuhi para ilmuwan sebagai tulang punggung berjalannya kenegaraan. Kabimet Obama dipenuhi para ilmuwan selain ekonomi juga ahli fisika, ilmu kelautan, energy dan sebagainya. Sebut saja Steven Chu, profesor fisika pemenang hadiah nobel ini untuk menangangi masalah energy. Steven chu dikenal sebagai pelopor enbergi alternatif seperti biofuel dan nuklir. Selain Steven Chu, Obama juga mengangkat Jane Lubchenco seorang ahli biologi kelautan dari Oregon Sate University sebagai direkur NOAA, Profesor Lubchenco dimandati tugas mengenai peran kelautan dalam clmate change (perubahan iklim) yang selama masa Bush kurang mendapat perhatian. Disamping itu ada pula John Holdren, fisikawan yang ditugaskan sebagai penasihat keilmuwan presiden Obama. Pasukan ilmuwan Obama juga dilengkapi dengan dua ahli genetika Harold Varmus dan Eric Lander dari MIT sebagai dewan penasehat presiden dibidang sains dan teknologi. Pengangkatan mereka ini tak pelak lagi mengubah sikap politik Amerika terhadap masukan-masukan dari para ilmuwan dalam menentukan kebijakan Amerika, sehingga tak pelak disebut sebagai Obamologi. Sudah semestinya Indonesia mengikuti jejak yang sama dimana ilmuwan tidak lagi dipandang sebelah mata dan masukannya sering diabaikan dan lebih mementingkat kepentingan politik. Semoga Pemilu 2009 menghasilkan kabinet yang juga dipenuhi ilmuwan, bukan poltisi semata.
Posted in 1
A Green New Deal: Ekonomi hijau
Di tengah krisis ekonomi global saat ini, para pemimpin dunia tengah mencari paradigma baru untuk menyelamatkan ekonomi sekaligus juga menyelematkan lingkungan. Format baru ini mereka sebut sebagai “A Green New Deal” yang diusulkan oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon atas dorongan Presiden Perancis, PM INggris, barack Obama dan para pemimpin negara maju lainnya. Ekonomi hijau ini tidak lagi menempatkan investasi pada hot paper seperti saham, dlsb namun lebih kepada investasi teknologi bersih yang merupakan real busines, kata Oliver Schafer, Dewan energi eropa. Berikut kutipan dari beberapa pemimpin dunia menyangkut green new deal tersebut:
“We’re now in the threshold of a global transformation – the age of green economics” (Ban Ki Moon) ( Kita sekarang berada pada titik balik baru dari transformasi global yakni era ekonomi hijau)
“Some people may say climate change should be put on the back burner. I believe the opposite” ( Gordon Brown, PM Ingris) ( Sebagian mengatakan perubahan iklam dikesampingkan saja…tapi saya berfikir sebaliknya)
“It won’t be about sacrificing the future for the present, but putting our country in the best possible situation” (Nicolas Sarkozy, President Perancis) (Ini bukanlah mengenai mengorbankan masa depan untuk sekarang, namun lebih menempatkan negara dalam kondisi sebaik mungkin)
” .. a great opportunity for new growth and (we) vows that we will achieve the low-carbon society that is compatible with growth ahead of the rest of the world..” (Taro Aso, PM Jepang) (kesempatan baik untuk pertumbuhan baru dan kita berjanji akan menuju masyarakat dengan karbon rendah yang sesuai dengan pertumbuhan di atas yang lainnya)
Posted in 1
Ekonomi dan Lingkungan Oyster
Artikel yang ditulis oleh Majalah Economist bulan desember kemaren menghadirkan hal yang menarik dari makhluk laut yang bernama oyster. Oyster dijuliki sebagai Gems of the Ocean dan telah dikonsumsi manusia sejak 6950 SM. Sebagaimana produk perikanan lainnya, oyster juga telah mengalami overfishing dan rentang hidup oyster telah menurun drastic dari waktu ke waktu. Namun yang menarik dari oyster adalah kemampuannya sebagai pembersih pencemaran laut. Dalam konteks ekosistim laut tidak ada polutan yang dampaknya cukup dahsyat selain nitorgen. Nitrogen terjadi secara alamiah pada manusia dan limbah. BBM juga melepas nitorgen oksida yang kemudian naik ke atmosfir dan turun kembali dalam bentuk hujan asam. Demikian juga pupuk yang banyak mengandung nitorgen yang semuanya akan dilepas ke laut. Di dalam air nitrogen merupakan sumber nutrient untuk makhluk mikroskopik seperti fitoplankton. Meski secara individu mereka tidak nampak namun jika terlalu banyak akan menimbulkan massive bloom (blooming algae) yang sering menimbulkan red tide yang berakibat pada terhalangnya sinar matahari. Dan ketika fitoplankton ini mati maka bakteri akan muncul yang kemudian juga membutuhkan oksigen yang cukup banyak. Jadi nitorgen mengancam ekosistim laut dalam bentuk keberadaan fitoplankton yang kemudian menghalangi sinar matahari yan dibutuhkan untuk sumber pangan yang lain serta penggunaan oksigen oleh bakteri untuk memakan fitoplankton yang kemudian mengurangi ketersediaan oksigen untuk makhlut laut lainnya seperti ikan dsb. Lalu bagaimana masalah ini dipecahkan? Oyster!. . Mereka sangat efektif memfilter nitrogen kata ilmuwan Bil Goldsboro. Satu oyster saja mampu memfilter 50 gallon air per hari . Ketika oyster makan planton, ia juga makan apa saja yang ada disekitarnya termasuk nitrogen, dan mengeluarkan solid waste yang didecompose dan menggelembung ke udara sebagai nitrogen kembali. Meski “oysters are not the magic bullet, they are an important bullet” kata Dr Don Merit yang telah bergelut berpuluh-puluh tahun riset di bidang oyster ini. So dalam kaitan ekonomi dan lingkungan ” in oyster farming, both economics and environment win” kata Leon-Paul Fargue. So membersihkan pencemaran? galakan budidaya oyster… yang menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan.
Posted in 1
Keluar dari krisis ekonomi global
krisis-ekonomi2krisis-ekonomi1 Krisis ekonomi global membuat Indonesia rentan terhadap goncangan tsb..kenapa krisis ini terjadi? dan bagaimana Indonesia harus bersikap dan bagaimana perlunya reorientasi ekonomi? Paper yang saya upload ini adalah catatan ringkas yang membahas isu di atas..
Pembangunan dan lingkungan
Bagaimana pembangunan ekonomi yang tidak konflik dengan lingkungan.
Paper yang saya posting ini adalah bahan yang saya sarikan dari pidato orasi guru besar saya di IPB november 2007 yang lalu.
Dokumen komplet orasi ini bisa dibaca di buku saya the economic on nature’s non convexity: Reorientasi pembangunan ekonomi sumber daya alam dan implikasinya bagi Indonesia
pembangunansdal1
Posted in 1
Iam back
Hi folks..I hav’nt up dated my blog for a quiet long time..I was busy travelling from one city to another
Well..it’s holday season now..happy holiday and season’s greeting to all of you
Posted in 1