David Auerbach barangkali akan menjadi milyuner jika saja ia berada di Indonesia. Dengan gelar MBA dari sekolah manajemen top di AS (MIT Sloan School of Managemen),mestinya ia bisa dengan mudah menjadi jutawan. Namun ia memilih toilet sebagai bisnisnya. “Jangan anggap remeh soal toilet” uangkapnya. Setamat dari MIT Auerbach justru tinggal di sebuah desa di Nairobi Kenya dengan merancang toilet khusus yang berharga murah yang diperuntukan bagi masyarakat desa di Nairobi. Toilet buatannya kemudian dijual dengan sistim Franchise. Namun yang lebih mengesankan adalah kotoran yang dikumpukan dari toilet buatannya diubah kemudian menjadi pupuk bagi industri bunga di Kenya yang bernilai jutaan dolar. “Inovasi kami adalah menciptakan sistim untuk mengumpulkan limbah dengan cara yang paling cost effective” demikian Auerbac mengtakan. Lebih lanjut ia mengatakan ” We’re turning s….into gold” (kami mengubah kotoran manusia menjadi emas…) (s….adalah kotoran manusia, a.f). Sebuha inovasi sederhana yang mestinya bisa ditiru oleh para wirasusahawan Indonesia yang dhasilan dari banyaknya lulusan program manajemen di Indonesia. Bayangkan berapa juta ton kotoran yang bisa dikumpulkan dan berapa milyar yang bisa dihasilkan…dan yang lebih penting Auerbach menciptakan sustainable and scalable sanitation system”
20 Oct
Mendulang emas dari toilet: Auerbach factor
Advertisement
